Mewarnai rambut merupakan gaya yang sangat populer di zaman sekarang. Kamu dapat melihat di tiap jalanan kamu lewati terdapat orang-orang yang memiliki rambut berwarna-warni. Entah itu anak muda ataupun orang tua. Tapi apakah kamu tahu jika mewarnai rambut seperti itu juga memiliki risiko tersendiri bagi kesehatan rambutmu dan kesehatan yang lain?

Reaksi-reaksi negatif tidak selalu hadir di tiap orang. Beberapa ada yang tetap sehat walaupun menggunakan pewarna rambut, lainnya ada yang mengalami gangguan-gangguan. Berikut adalah gangguan-gangguan kesehatan yang dapat terjadi padamu. Mungkin bukan sekarang, tetapi di masa depan.

1. Kerusakan rambut


Kamu pasti tahu bahwa di dalam pewarna-pewarna rambut yang ada terdapat kandungan kimiawi di dalamnya. Salah satunya adalah amonia. Lewat perawatan rambut lebih yang menggunakan kandungan-kandungan kimiawi tersebut, rambut pun menghilangkan kecerahan pada rambut dan mudah rontok yang bahkan dapat terjadi hanya karena dicuci dengan air. Cara menyelesaikan kerusakan ini adalah dengan potong rambut.

2. Reaksi alergi


Bagi beberapa orang, terdapat reaksi alergi yang dapat terjadi jika mereka menggunakan pewarna rambut. Kandungan paraphenylenediamine dapat membuat kulit gatal-gatal, iritasi kulit, bercak-bercak merah bahkan hingga terjadi pembengkakan di area wajah.

Perlu diingat alergi ini bisa terjadi kapan saja. Mungkin sekarang kamu tidak merasakannya, tetapi selalu ada kemungkinan untuk ke depannya.

3. Dampak kesuburan


Ini adalah hal yang baru, namun terdapat sebuah studi yang menyatakan adanya efek negatif dari pengecatan warna rambut dengan kesuburan seseorang. Efek kimiawi yang ada di dalam pewarna dapat menurunkan tingkat kesuburan seseorang, baik untuk pria maupun wanita. Karena itu sangat disarankan para wanita hamil untuk tidak mengecat rambutnya.

4. Konjungtivitis


Konjungtivitis adalah kondisi di mana matamu memerah. Hal ini terjadi karena masuknya bahan kimiawi ke dalam mata. Dalam hal ini adalah pewarna rambut.

Kondisi ini serupa dengan kondisi ketika sampo masuk ke dalam matamu. Untuk beberapa kasus lainnya, konjungtivitis dapat berimbas kepada peradangan.

5. Asma


Bagi mereka para penderita asma, bau amonia dari pewarna rambut dapat menyebabkan kambuhnya asma yang dimiliki. Bahkan, dengan terus-terusan menghirup udara-udara yang bercampur kimia tersebut dapat menghasilkan batuk, bersin, peradangan paru-paru dan seraknya tenggorokan.

6. Kanker


Percaya tidak percaya, saat pertama kali ditemukan pewarna rambut, kandungan di dalam bahan tersebut salah satunya adalah carcinogenic. Senyawa ini merupakan salah satu penyebab kanker. Formula ini telah digantikan dengan yang lain hingga diyakini carcinogenic sudah tidak ada lagi di pewarna rambut zaman sekarang.

Namun masih banyak orang yang mempertanyakan hal ini apakah senyawa itu benar-benar hilang. Sampai sekarang, penelitian masih berlanjut untuk mengetahui apakah ada koneksi kuat antara pewarna rambut dan kanker.

Ada baiknya jika kamu benar-benar ingin mewarnai rambut, maka gunakanlah bahan-bahan yang alami seperti kopi atau lemon. Material tersebut, selain mewarnai, malahan dapat menyehatkan rambutmu. Silakan dicoba saja.